Kamis, 06 Februari 2020

Ada Virus Corona, Pasar Hewan di Semarang Semakin Sepi

Sumber Gambar: Google.com
Menyebarnya Wabah Virus Corona yang terjadi di Tiongkok kini sangat memberikan dampak yang sangat besar terhadap pasar pasar Dunia. Tak hanya itu saja, bahkan kini kelelawar yang berada di pasar hewan nampaknya menjadi musuh bagi siapapun.

Melansir dari laman Ayosemarang, penjual hewan di Semarang juga terkena dampaknya. Seperti yang terjadi di Pasar Karimata Semarang.

Seorang pedagang mengatakan, akibat wabah tersebut membuat omzet dagangannya sedikit mengalami penurunan. Namun ada pula yang berpendapat bahwa masih seperti biasa. Salah satu pedagang Kelelawar atau Kalong di Semarang, Sutaryadi mengaku, dagangannya masih seperti biasa meski saat ini banyak terdengar berita soal virus corona.

"Kalau saya biasa saja sih mas, walaupun lakunya juga nggak mesti, tapi dua tiga hari pasti ada yang nyari," ujarnya saat ditemui Ayosemarang.com, Senin (3/2/2020).

Sutaryadi pun tak menggubris isu jika virus tersebut ditularkan dari hewan seperti Kelelawar.

"Kalau memang isunya begitu pasti sudah dari dulu ada dan pedaganganya pertama kali yang kena mas," imbuhnya.

Kelelawar dagangannya, dijual dengan harga Rp 25-50 ribu. Tergantung ukuran dari kelelawar atau kalong tersebut.  Sementara itu, pedagang lainnya, Marimin mengaku sejak ada isu diduga virus Corona berasal dari hewan Kelelawar atau Kalong, dia menilai omzet dagangannya alami penurunan.

"Seminggu ini pembeli sedikit, biasanya ada yang menghubungi saja untuk pesan," ungkapnya.

Dirinya pun masih tak percaya jika kelelawar bisa menularkan virus Corona. Sebab, hewan malam itu tidak bisa makan sembarangan. Menurutnya, kelelawar hanya memakan buah-buahan diatas pohon. 

"Saya sudah jualan kelelawar selama tujuh tahun gak pernah kena penyakit apa-apa. Makannya juga cuma buah, jadi gak sembarangan yang dimakannya," terangnya.

Sumber: Ayosemarang.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Grab Semarang Kini Salurkan Donasi Kepada 4 Panti Asuhan

Sumber: Partner Engagement & Demand Generation Lead Grab Central Java (dua dari kiri) Dicky Sofian secara simbolis memberikan donasi ...